Pendekatan bisnis: Memahami posisi dan kondisi saat ini

       Agar dapat memanfaatkan dw dengan baik dan optimal, perusahaan yang akan mengembangkan dw atau telah menggunakan dw harus memahami posisi dan kondisi perusahaannya.
       Beberapa langkah yang membantu ialah :
  1. Memahami kondisi bisnis saat ini
  2. Mengidentifikasi bagaimana laporan dihasilkan
  3. Assess keefektifan mekanisme laporan
  4. Menentukan langkah selanjutnya.

Memahami kondisi bisnis

       Ketahui dahulu arah visi dan rencana strategis perusahaan, dengan tujuan mendapatkan gambaran bagaimana dw dapat membantu perusahaan.
       Gambaran tersebut dapat terlihat dari contoh hubungan goal dan kesempatan berikut:
  1. Untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi, harus didukung laporan produksi, lap retur, dan lap penjualan.
  2. Untuk menyediakan pelayanan yang lebih baik, diperlukan lap dan tracking dukungan purna jual dan customer feedback.
       Kondisi perusahaan memiliki berbagai skenario yang memerlukan pendekatan dw berbeda.
       Berikut ialah skenario yang mungkin ada:
  1. Survival mode
    perusahaan hanya berusaha bertahan
    - Dw tidak cocok diterapkan hingga kondisi berubah
  2. Staying ahead of the game
    perusahaan dalam kondisi stabil, dalam kompetisi yang cukup ketat dan berusaha untuk maju.
    - Dw layak untuk dikembangkan jika investasinya memadai
  3. Changing with the time
    Perusahaan telah memiliki aturan dan prosedur untuk segala proses, namun harus ada perubahan untuk menanggapi tantangan jaman
    - dw layak dikembangkan sebagai salah satu katalis perubahan dan peningkatan bisnis
  4. Back to basic
    Perusahaan telah memiliki cabang dan tingkat kompleksitas menggeser visi asli perusahaan
    - dw layak dikembangkan sebagai salah satu cara memfokuskan tujuan perusahaan awal.
  5. Global innovator
    Perusahaan yang memang telah memimpin pasar, ada keinginan untuk melakukan ekspansi.
    - Dw layak digunakan untuk membantu memonitor ekspansi perusahaan tingkat kualitas.

Memahami kondisi data

       Kondisi data yang baik merupakan pilar dari data warehouse, oleh sebab itu harus diketahui tingkat “kesehatan” data perusahaan.
       Beberapa gejala berikut dapat digunakan sebagai indikasi dari ‘kesehatan’ data yang kurang baik.
  1. Sering ditemukan duplikasi data pada sistem aplikasi.
  2. Menarik data lebih dari satu sistem secara bersamaan merupakan hal yang sulit
  3. Sering ada miskomunikasi antara permintaan laporan dan hasil laporan.
  4. Sering ditemukan error pada data yang perlu dikoreksi
  5. Data tidak diminta, karena waktu tunggu untuk mendapatkannya yang lama.
  6. Akurasi data sering dipertanyakan.
  7. Tidak ada dokumentasi bagaimana data disimpan dan arti dari data itu sendiri.

Memahami kondisi laporan saat ini

       Langkah memahami kondisi laporan saat ini ialah :
  1. Ketahui lingkungan laporan (siapa yang memakai, sistem yang menghasilkan)
  2. Mengetahui informasi apa yang dapat dihasilkan
  3. Mengidentifikasi teknologi yang digunakan

DW Project
       Setiap dw project harus memiliki dukungan level eksekutif yang bertindak sebagai sponsor.
       Adapun tugas dan syarat executive business sponsor ialah:
1.       Bertindak sebagai kontak utama untuk anggota senior staff lainnya.
2.       Memahami bagaimana dw mendorong proses keputusan bisnis
3.       Review deliverable dari project
4.       Membantu permasalahan major  yang ditemukan
5.       Creative problem solver
6.       Dihormati di organisasi
7.       Memiliki track record sukses yang baik
8.       “well connected”
9.       visioner.

       Selain level eksekutif, sebuah dw project harus memiliki :
  1. Business analysts, dengan ciri:
       Menggunakan dw untuk tugas harian
       Mentraslasikan kebutuhan strategis bisnis
       Memahami prinsip dasar industri terkait dan bagaimana performance diukur.
       Mengidentifikasikan perubahan proses bisnis yang akan memanfaatkan dw
       Kemampuan analis dan reasoning yang baik.
       Komunikatif
  1. Project manager:
    Akan bertanggung jawab atas pengembangan dw
  2. Business system analyst
    Mirip dengan business analyts, namun memiliki pengetahuan yang kuat tentang dw.
  3. Source system analysts
    berfungsi sebgai pendukung pengembangan model dimensional, menyediakan file layout, data model, dan data element
  4. Data architect
    bertanggung jawab untuk mengembangkan strategi bagaimana penanganan, penyimpanan, dan proses dari data dengan detil yang lebih tinggi.
  5. ETL developers
    mempersiapkan data dan melaksanakan proses ETL.
  6. Business Intelligence Application developer
    membuat, mengembangkan laporan, analisa dan aplikasi yang memanfaatkan DW

·         Proses pengembangan DW mencakup proses berikut:
1.       Mendefinisikan project dan pembuatan scope project
2.       Penyusunan tim
3.       Peluncuran project
4.       Manajemen pelaksanaan project
5.       Dokumentasi project

Business Requirement

       Dw dikembangkan berdasarkan business requirement, jadi sebelum dw dapat dikembangkan, harus ditentukan requirement nya.
  1. Kebutuhan bisnis itu sendiri
  2. Kebutuhan yang muncul karena tantangan yang dihadapi perusahaan
  3. Rencana strategis yang mendorong perkembangan organisasi kedepan.
       Mendapatkan business requirement dapat dilakukan dengan:
  1. Wawancara baik secara individu maupun group session.
  2. Meminta parsisipasi seluas-luasnya dalam project team
  3. Menganalisa data bisnis

No comments:

Post a Comment